Home

SMKN 1 Kota Tasikmalaya Gelar Pelatihan PKBN

Sesuai dengan UU Nomor 40 Tahun 2010 dijelaskan bahwa usia pemuda adalah antara 16-30 tahun. Dari data statistik menunjukkan bahwa di Indonesia total pemuda sebanyak 27 persen. Ini menunjukkan bahwa jika potensi pemuda ini digerakkan seoptimal mungkin maka dia (pemuda) menjadi motor penggerak pembangunan di negara ini.

Kegiatan Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN)  yang diselenggara-kan setiap tahun dimaksudkan untuk mempertebal semangat nasionalisme serta persatuan dan kesatuan di antara anak bangsa (pemuda).Dari kegiatan PKBN ini diharapkan para pemuda menjadi penggerak kesadaran bela negara bagi para pemuda lain di daerahnya masing-masing ataupun sekolah.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri  1 Kota Tasikmalaya menggelar Pembinaan Karakter Bangsa dan Bela Negara (PKBN) untuk menanamkan sikap dan jiwa nasionalisme kepada siswa. Materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut, yakni berkaitan perlunya sikap jujur, adil, peduli dan rasa tanggung jawab. Kemudian, tak kalah penting juga kerja sama, visioner serta disiplin dan cinta tanah air.

Dari kegiatan Pendidikan Kesadaran Bela Negara (PKBN) lahirlah para juara di tingkatan masing - masing sebagai berikut :
Terbaik kelas XII atas nama Ridwan Fauzi
Terbaik kelas XI atas nama Febi Ramadhan
Terbaik kelas X atas nama Maya Nur Asyifa


Menurut Panitia Pelaksana, mengatakan terlaksananya kegiatan itu menjadi motivasi baru untuk SMKN 1 Kota Tasikmalaya agar terus membimbing siswa-siswi ke arah yang diharapkan. Tentu juga, menjadi pengalaman baru untuk terus mampu melaksanakan berbagai kegiatan.

 

Ekstrakurikuler Perisai Diri Juara Se Pulau Jawa

MEMBANGGAKAN!!! Itulah ungkapan yang pas untuk menggambarkan prestasi yang diraih siswa SMKN 1 Kota Tasikmalaya khususnya di bidang ekstrakurikuler, di awal tahun 2014 ini saja tidak tanggung - tanggung ekstrakurikuler Perisai Diri menjadi juara di berbagai kategori lomba se Pulau Jawa yang dilaksanakan tanggal 12 - 15 Januari 2014 bahkan untuk Santi Nugraha dan Puspita Dwi berhak melaju ke Tunamen yang lebih tinggi yaitu tingkat nasional di Bali.

Berikut daftar siswa yang memperoleh Piala Kejuaraan Perisai Diri Se Pulau Jawa Tanggal 12 - 15 Januari 2014 :
1. Rezki Ramdhani - Juara 1 - X Akomodasi Perhotelan 2
2. Puspita Dwi D - Juara 1 -  XI Akomodasi Perhotelan 1
3. Asty Lydia - Juara 2 - XI Pemasaran 4
4. Ai Rahmatulloh - Juara 2 - X Akuntansi 5
5. Santi Nugraha - Juara 2 - XI Administrasi Perkantoran 1
6. Fitri Wulandari - Juara 2 - XI Akuntansi 3
7. Siti Rohimah - Juara 3 - XI Multmedia 1
8. Imas Cucu Rahayu - Juara 3 - XII Akuntansi 3
9. Carina -  Juara 3 - X Pemasaran 3

 

Pelepasan Prakerin Kelas XI Tahun Pelajaran 2014/2015

Kegiatan Pelepasan Prakerin Kelas XI hari senin 27 Januari 2014 bertempat di Lapang Upacara SMKN 1 Kota Tasikmalaya yang dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya.

Kegiatan Prakerin SMKN 1 Kota Tasikmalaya diikuti oleh 5 Kompetensi Keahlian yaitu Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Multimedia, Akomodasi Perhotelan. Masing - masing kompetensi keahlian ditempatkan di DU/DI yang relevan baik di dalam Kota Tasikmalaya dan luar Kota Tasikmalaya diantaranya di Bandung, Jakarta,

Yogyakarta bahkan luar negeri yaitu Malaysia khusus untuk kompetensi keahlian Akomodasi Perhotelan.

 

INFO LOWONGAN KERJA ADMINISTRASI

DIBUTUHKAN DENGAN SEGERA (Update Nopember  2013)

PT Ciung Wanara, Jl. Rancaekek Bandung membuka lowongan kerja khusus alumni SMKN 1 Kota Tasikmalaya Kompetensi Keahlian Akuntansi untuk Khusus ditempatkan dalam Formasi Tenaga Administrasi sebanyak 5 orang (Putera/Puteri).

Lamaran dibuat dalam bentuk soft file ditujukan ke alamat e mail berikut :

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Terimakasih,

 

Wakasek Humas/Hubin.

 

 

 

 

SELAMAT HUT PGRI KE 68 (25 Nopember 1945 - 25 Nopember 2013) & Hari Guru Nasional

Pada tanggal 25 November 1945, seratus hari setelah Indonesia merdeka, di Surakarta, Jawa Tengah, puluhan organisasi guru berkongres, bersepakat, berhimpun dan membentuk satu-satunya wadah organisasi guru, dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Sejak lahir PGRI yang bersifat unitaristik, independen, dan nonpolitik praktis, adalah organisasi profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan, yang selalu berupaya mewujudkan guru yang profesional, sejahtera, dan bermartabat, dalam rangka meningkatkan mutu perndidikan di Indonesia.
Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Guru merupakan salah satu komponen yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk mencapai tujuan nasional mencerdaskan bangsa. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.
Dedikasi, tekad, dan semangat persatuan dan kesatuan para guru yang dimiliki secara historis tersebut perlu dipupuk, dipelihara dan dikembangkan sejalan dengan tekad dan semangat era global untuk masa depan bangsa. Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen dinyatakan bahwa guru wajib menjadi organisasi profesi guru. Guru harus menjaga solidaritas dan soliditas bersama komponen lainnya. Guru harus berupaya menjaga kebersamaan dan menghindari perpecahan antar sesamanya.
Sebagai penghormatan kepada guru dan PGRI, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 menetapkan tanggal 25 November, hari kelahiran PGRI, sebagai Hari Guru Nasional, yang kemudian dimantapkan melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sejak tahun 1994 setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional dan Hari Ulang tahun PGRI secara bersama-sama.
Pada 25 November 2013 ini PGRI genap berusia 68 tahun. Usia yang cukup matang dan dewasa bagi sebuah organisasi. Selama kurun waktu tersebut, banyak pengabdian yang telah disumbangkan,

Banyak aktivitas yang telah dilaksanakan, banyak perjuangan yang telah dikerjakan, banyak kegiatan perlindungan terhadap anggota yang telah diberikan. Di samping itu, telah juga banyak peristiwa, persoalan, tantangan, dan kendala yang telah dihadapinya.